Bank adalah salah satu pilihan banyak lembaga keuangan yang bisa menjadi sandaran bisnis untuk menerima pinjaman usaha. Perlu diingat bahwa bisnis perbankan adalah kepercayaan bisnis. Oleh karena itu, bank umumnya menerapkan sejumlah persyaratan dan prosedur untuk menghindari terjadinya masalah yang timbul dalam bisnis pinjaman.
Secara umum, bank menerapkan prinsip kehati-hatian bertujuan untuk mengamankan dana tersebut akan disalurkan sebagai pinjaman kepada calon debitur untuk kembali pada jadwal dan set nominal.
Ada banyak faktor yang mendasari bank-bank untuk menilai kelayakan calon debitur, yang dikelompokkan dalam lima besar dan disebut 5C.
Karakter
Sentuhan pribadi dengan calon debitur atau debitur pengambil keputusan untuk membentuk badan usaha. Penilaian karakter berkaitan erat dengan reputasi calon debitur dalam masyarakat dan track record di antara pengusaha atau para pihak sering membangun hubungan dengan dia, apakah itu termasuk debitur yang bisa dipercaya atau tidak dan sebagainya.
Hal lain yang juga membantu catatan bank untuk kategori karakter adalah komitmen yang dibangun catatan bisnis bisnis, seperti pemasok, pelangga dan sejarah perbankan. Bank akan melihat apakah debitur bisnis memiliki sejarah pinjaman yang bermasalah atau tidak.
Modal
Terkait dengan kemampuan debitur untuk menyediakan modal sendiri dalam suatu proyek atau bisnis. Bank tidak bisa 100 persen memberikan pembiayaan ke usaha yang mengajukan permodalan. Calon peminjam harus memiliki pembiayaan sendiri atau modal yang dapat berasal dari modal disetor atau laba yang terakumulasi menjadi modal.
Modal meliputi komposisi kepemilikan, siapa yang paling dominan dan yang modal dewan. Hal ini dianggap penting karena tahu tokoh yang modal kontrol, bank dapat mengetahui bagaimana menjalankan kelangsungan bisnis di masa depan.
Kapasitas
Terkait dengan kapasitas atau kemampuan peminjam untuk mengelola dan mengembangkan bisnisnya sehingga ia dapat membayar kembali pinjaman sesuai dengan jadwal dan jumlah yang telah ditetapkan.
Kapasitas sini juga terkait dengan kapasitas bisnis seperti penjualan, struktur biaya, arus kas, perputaran tagihan, biaya untuk pendapatan dan sebagainya.
Kondisi
Terkait dengan kemampuan peminjam dalam menghadapi perubahan kondisi lingkungan, baik mengenai kondisi ekonomi dan kondisi sosial masyarakat dan politik, di mana bisnis atau proyek berada.
Kondisi ini juga terkait dengan perizinan. Sebagai contoh, untuk usaha mikro, ijin bisa berasal dari desa atau kabupaten, dan sebagainya.
Jaminan
Terkait dengan jaminan dalam pembiayaan pembayaran kembali utaman sumber proyek yang dibiayai atau bisnis. Terbagi menjadi dua jenis jaminan yang dijaminkan tangible dan intangible. Berwujud jaminan seperti peralatan, mesin, kendaraan, bangunan, tanah dan sebagainya, sementara antara lain jaminan pribadi atau perusahaan tidak berwujud, dan sebagainya o

















About